=== RS Hermina Podomoro Sunter kini sudah Pindah Ke Hermina Tower Kemayoran === Pendaftaran Via whatsapp di 0865 9415 5353 atau telpon ke +62 21 22608046
Showing posts with label Tentang Kemayoran. Show all posts
Showing posts with label Tentang Kemayoran. Show all posts

Feb 27, 2016

PMK Dikenal Sebagai One Stop Auto Shop

Pasar Mobil Kemayoran (PMK) walaupun keberadaannya dianaktirikan oleh pengelola, namun sejak dulu dikenal sebagai one stop auto shop. Di lokasi yang memang bersebelahan dengan gedung PT Jiexpo ini terdapat sekitar 200-an show room mobil seken dan 500-an kios onderdil, variasi, dan bengkel.

“Aktivitas PMK setiap harinya selalu ramai. Pelanggannya bukan dari Jabodetabek saja, tetapi dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar David, pedagang di PMK Jalan Raya Industri, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin. “Apalagi kalau pengelola PPKK mau memperbaiki kerusakan jalan maupun saluran, maka tingkat kunjungan konsumen bakal lebih ramai lagi,” ujarnya sambil menunjukkan jalan berlubang dan got mampet.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Mobil Kemayoran (P3MK) H. Hendry Syahrial, SE menambahkan sebenarnya lokasi PMK sangat strategis. “Mudah diakses dari berbagai arah, termasuk dekat sekali Pintu Tol Kemayoran, membuat PMK selalu ramai pengunjung,” kata pemilik show room Raden Auto.



Terlengkap


Pasar Mobil Kemayoran dikenal sebagai pasar mobil bekas yang menyediakan produk berkualitas. Pasar yang berlokasi di Jalan Raya Industri, Kemayoran, Jakarta Pusat, sering dikunjungi pedagang mobil dari berbagai daerah yang berburu stok. Di lokasi tersebut juga banyak toko onderdil yang menjual aneka suku cadang, aksesori, audiovisual, bengkel cat dan body repair, menjadikan PMK sebagai pusat belanja otomotif yang terlengkap.

Menurutnya membeli mobil di PMK sangat tepat karena mobil dipajang di show room semi terbuka. “Tidak banyak dipengaruhi cahaya lampu, sehingga kondisi eksteriornya benar-benar sesuai apa yang terlihat,” papar Hendry sambil menambahkan pasar ini juga didukung leasing bonafid yang menerapkan uang muka rendah dan bunga ringan.

“Harga mobil di sini relatif murah dan kondisinya bagus-bagus. Jadi, kalau dijual lagi ke daerah, kami masih dapat untung yang lumayan,” ujar Hartono, pedagang asal Surabaya, Jawa Timur, saat berburu minibus di PMK.

Dia ditemani tiga sopir akan membeli Avanza dan Innova sesuai permintaan pelanggan di daerahnya. “Setelah transaksi selesai, kami akan langsung mengendarai mobil secara konvoi menuju Surabaya,” ujar pria yang mengaku menginap di sebuah hotel kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Pasti Puas

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Mobil Kemayoran (P3MK), H. Hendry Syahrial, menyatakan sejak dulu sampai sekarang, PMK masih menjadi tujuan utama kelompok pedagang dari berbagai penjuru Tanah Air.

“Sebab, mobil yang kami pajang di show room sudah melewati proses quality control. Jadi, kondisinya selain siap perjalanan luar kota juga bersih luar dalam. Konsumen pasti puas,” ujar Hendry sambil menambahkan harga yang diterapkan pedagang PMK juga relatif murah. Jadi, meski sudah dipotong biaya akomodasi berupa perjalanan, penginapan, dan makan, pedagang daerah masih bisa meraih untung.

PMK yang berlokasi persis di seberang gedung arena PRJ Kemayoran, selain dikenal sebagai pasar besar mobil seken, juga pusat pertokoan onderdil, variasi, dan bengkel. Di lokasi ini terdapat 600-an kios yang menjual aneka suku cadang, aksesori, bengkel reparasi bodi, dan lainnya. “Ibaratnya konsumen mau cari apapun ada di sini,” kata Hendry yang juga pemilik Raden Auto.

(joko)

Sumber : http://poskotanews.com/

Feb 1, 2016

TACI Sukses Adakan KTOPRAK 2016 di Mal MGK Kemayoran

Komunitas pecinta dan pengguna Toyota avanza atau Toyota Avanza Club Indonesia (TACI) mengadakan event bertajuk Kopdar TACI Oprek Ala Komunitas (KTOPRAK2016) pada hari Sabtu, 30 Januari 2016 lalu di Mall MGK Kemayoran, Jakarta.

Event yang bertemakan Togetherness (kebersamaan), Automotive (otomotif), Charity (aksi sosial) dan I’m Driving With Manners (safety driving) telah sukses di selenggarakan dengan di hadiri oleh ratusan member TACI yang juga turut serta membawa keluarganya, berasal dari wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Serang, Pandeglang, Rangkas, Cilegon, Bogor dan Depok serta perwakilan member Sumatra Barat. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan keikutsertaan para sponsor event, tenant Mall MGK, berbagai media, dan masyarakat umum

Acara di buka oleh Rizaldo selaku Ketua Umum TACI, Ronny Martinus selaku Event & Promotion Manager Mall MGK Kemayoran, dan Yudha Citrawan selaku ketua Pelaksana Event dari TACI Jakarta.

Berbagai macam acara yang akan berlangsung antara lain Oprek Modif Avanza seperti oprek speedometer, lampu sein, lampu belakang, lampu kabin, wiper, dan lain lain. Coaching Clinic dari Megacools Easy Maintenance, Ambulance, AC ProQ Denso, DHT, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Bazaar Otomotif dengan berbagai penawaran yang menarik, Bazaar Non Otomotif, Donor Darah PMI, Pengumpulan Santunan untuk Anak Yatim, Hiburan Musik, Games Berhadiah member TACI dan Anak, Photobooth, dan Doorprize. Selain acara tersebut di adakan juga Kontes Modifi TACI All Variant Avanza yang di ikuti oleh 30 member TACI dengan 3 kategori yang di menangkan oleh Bonnie dari TACI Chapter SEPARACI The Best Exterior, Udenk dari TACI Jakarta Raya The Best Interior dan Dafil dari TACI Jakarta Raya The Best Audio serta Rizka dari TACI Tangerang Raya sebagai The King.


Para pihak sponsor dan pengisi bazaar otomotif mengaku puas dengan event KTOPRAK 2016 ini melihat antusiasnya seluruh member TACI mengikuti coaching clinic, demo produk, tanya jawab di booth dan membeli produk yang ditawari dengan diskon menarik.

Event ini di dukung oleh MGK Kemayoran The Real Automotive Mall, dan diselenggarakan oleh TACI Chapter Jakarta Raya bekerjasama dengan TRIWIKRAMA Organizer, didukung oleh GT Radial, Megacools, No Doubt Smart Control, Garda Oto, Astra Credit Companies, Philippine Airlines, Sakura Filter, Pro Q Denso, DHT, 1 Station, Palang Merah Indonesia (PMI), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Ambulans Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngajedox, Kompas, Radio Sonora 92.00FM, Modifikasi.com, Otosia.com, RajaMobil.com, Sportku.com, DapurPacu.com, MobilinaNews.com, BosMobil.com, BlackXperience.com, Mobiloka.com, dan Seruu.com

Jan 13, 2016

Sebagai Last Piece Of Land, Kemayoran/GBK Harus Dikelola Dgn Baik

Hari Selasa minggu yang lalu (5/1), Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, melantik 8 orang Direktur Badan Layanan Umum Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno dan Pusat Pengelola Komplek Kemayoran di Gedung Aula Serbaguna Kementerian Sekretariat Negara. Tampak hadir dalam acara tersebut mantan Direksi PPKGBK dan PPKK, Pejabat Eselon 1 Kementerian Sekretariat Negara dan seluruh pegawai di lingkungan BLU PPKGBK dan PPKK.Pada acara pelantikan Direksi PPKGBK dan PPKK, Selasa (5/1), 

Pelantikan Direktur Badan Layanan Umum Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno dan Pusat Pengelola Komplek Kemayoran

Dec 17, 2015

Jakarta Pusat Raih Penghargaan Kualitas Udara Perkotaan

Jakarta Pusat yang terletak di pusatnya Provinsi DKI Jakarta, memiliki lokasi yang lebih mudah untuk ke kotamadya lainnya di Jakarta. Kota administrasi ini memiliki delapan kecamatan dan 44 Kelurahan. Kecamatan yang dimiliki Jakarta Pusat yaitu Gambir, Tanah Abang, Menteng, Senen, Cempaka Putih, Johar Baru, Kemayoran dan sawah besar. Selain lokasinya ditengah - tengah Jakarta, Jakarta Pusat juga memiliki banyak distrik pusat bisnis dengan  gedung - gedung bertingkat. Selain itu di Jakarta Pusat juga memilik banyak pusat perbelanjaan, pusat hiburan, dan wisata kuliner yang tiada habisnya.

Beruntunglah Hermina Tower Perkantoran di Jakarta Pusat, terletak salah satu kotamdaya yang cukup baik tata kotanya. Dan yang menariknya lagi ternyata kota Adminsitrasi Jakarta Pusat juga mendapatkan banyak penghargaan dan salah satu yang terbarunya adalah mendapatkan penghargaan Kualitas Udara Perkotaan Kategori Kota Metropolitan. Hal ini di sadur dari  www.beritajakarta.com/ tanggal 17 desember 2015 ini. 

Bagaimanakah Ulasan selengkapnya sehingga Jakarta Pusat bisa mendapatkan Penghargaan Kualitas Udara Perkotaan kategori Kota Metropolitan?

Jakarta Pusat Raih Penghargaan,
Jakarta Pusat Raih Penghargaan Kualitas Udara Perkotaan

Dec 15, 2015

Jakarta Pusat Dapat Penghargaan Kota Peduli HAM

Baru baru ini Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, mendapatkan penghargaan sebagai kota peduli Hak Azasi Manusia ( HAM ) dari pemerintah Pusat melalui kementrian Hukum dan HAM. Beberapa Minggu sebelumnya Pemkot Jakarta Pusat juga mendapat penghargaan sebagai Kota Sehat. Sungguh menyenangkan dan nilai lebih Hermina Tower sebagai perkantoran di Kemayoran Jakarta Pusat menambah penghargaan dari kementrian Hukum dan HAM. Berikut adalah ulasan singkat yang diambil dari website www.beritajakarta.com dan http://pusat.jakarta.go.id/

Jakarta Pusat dapat penghargaan kota peduli HAM

Dec 9, 2015

Market Talk Tentang Kemayoran

Perkembangan properti di kawsasan Kemayoran saat ini memang belakangan mulai beranjak menjadi tranding topic, sebut saja ulasan di majalah seperti Property and the City di edisi 15 tahun 2015. Kawasan Kemayoran yang cenderung lambat dibanding kawasan lainnya merupakan hal yang menarik untuk di ulas dengan para ahli. Dan yang lebih membuatnya menarik lagi adalah adanya kecenderungan untuk bangkitnya kawasan Kemayoran yang potensial untuk berinvestasi. Tidak sedikit juga pembeli atau investor yang mempermasalahkan tentang status tanah, HGB diatas HPL, belum lagi isu tentang birokrasi yang menyulitkan. Untuk jelasnya berikut adalah ulasan para ahli tentang mengembangkan bisnis di Kemayoran.

Dec 4, 2015

The Sleeping Giant Kemayoran adalah next CBD

Sedikitnya ada tiga unsur penting yang dapat menjadikan sebuah kawasan dapat disebut sebagai CBD. Unsur penting yang pertaman adalah tersedianya pusat jasa dan bisnis dengan prioritas perusahaan keuangan dan finansial. Lalu selanjutnya diikuti dengan berkembangnya pusat perdagangan, dan terakhir adalah tersedianya hunian dari semua segmen. Melihat ketiga unsur tersebut, maka kawasan Kemayoran sangat potensial dan layak untuk dikembangkan menjadi sebuah CBD baru.

Lokasinya yang cukup strategis apalagi didukung oelh jaringan dan infrastruktur jalan yang relatif bersaing dengan jalan-jalan protokol yang ada saat ini. Sementara status lahan yang masih HPL pada dasarnya tidak menjadi masalah besar jika pemerintah terjun langsung dan dapat memberikan jaminan dan kebijakan insentif untuk dapat menggerakkan sektor properti lebih cepat lagi di kawasan Kemayoran.

Dec 3, 2015

The Sleeping Giant Kemayoran Menggeliat

Awalnya pada tahun 1985, kawasan Kemayoran yang sebelumnya dikelola oleh Perum Angkasa Pura, diserahkan ke Sekertariat Negara yang kemudian dikelola oleh BPKK (Badan Pengelola Komplek Kemayoran) - yang kini berganti nama menjadi PPKK (Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran). Lahan yang dikelola oleh PPKK tersebut luasnya sekitar 454 hektar. Pada dasarnya lahan ini memiliki empat sertifikat HPL tahun 1987, dengan wilayah HPL-nya adalah sebagai berikut:
  • HPL No. 1 : Pademangan Timur (186,8 Ha)
  • HPL No.1 : Gunung Sahari Utara (98,4 Ha)
  • HPL No. 1 : Gunung Sahari Selatan (94,7 Ha)
  • HPL No. 1 : Kebon Kosong (39,1 Ha)
PPKK sebagai pengelola, telah berkomitmen untuk mewujudkan Kawasan Kemayoran agar dapat menjadi kawasan bisnis internasional yang hijau dan bersifat one stop service (Green International Business District - GIBD). Apalagi saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Gubernur Joko Widodo waktu itu telah menyetujui Panduan Rancang Kota (Urban Design Guidelines) untuk pengembangan kawasan Kemayoran ini. Wilayah tersebut pun telah dipetakan dengan tata guna lahan yang dibagi dalam empat zona, yakni:

Dec 1, 2015

The Sleeping Giant Kemayoran

Central Bussiness District atau yang lebih dikenal dengan CBD merupakan pusat komersial dan bisnis yang dikembangkan di sebuah lokasi dan menjadi magnet bisnis bagi pebisnis maupun investor. Sebuah CBD biasanya ditandai dengan pesatnya pembangunan dan aktivitas bisnis di kawasan tersebut. Sebut saja properti ritel, gedung-gedung perkantoran, hotel, perbankan, biasanya akan mengisi kawasan CBD tersebut.

Kawasan kota sepanjang Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk merupakan CBD pertama di Jakarta sebelum CBD segitiga emas Jakarta saat ini dengan berdirinya kantor-kantor pusat bank disana. Namun seiring waktu dengan dibukanya area baru dengan memperbolehkan bangunan-bangunan tinggi di sepanjang koridor Thamrin-Sudirman, CBD pun 'berpindah' ke wilayah ini dan bertahan sampai saat ini, yang mencakup koridor Sudirman, Gatot Subroto dan Thamrin. Lalu apakah dapat terbendung saat ini?

The Sleeping Giant Kemayoran

Nov 5, 2015

Bandara Kemayoran



Merdeka.com - Jauh sebelum Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibangun, Indonesia dahulu juga memiliki bandara megah bertaraf internasional. Letaknya jauh lebih strategis karena berada tidak jauh dari pusat pemerintahan, dialah Kemayoran Airport.

Sebagai bandara yang melayani penerbangan internasional, keberadaan Kemayoran Airport sangat penting di masa itu. Kemayoran Airport menjadi salah satu pintu gerbang yang mengubungkan Jakarta dengan luar negeri setelah pelabuhan.

Kemayoran Airport pernah menjadi salah satu lokasi penting dalam penggalan cerita komik berseri karangan orang Belgia, Georges Remi atau Herge, yaitu 'the adventure of Tintin'.

Dalam seri Flight 714 (vol 714 pour sydney), diceritakan dalam perjalanannya dari Eropa menuju Sydney, wartawan pemberani Tintin bersama Kapten Haddock, Profesor Calculus, dan anjing kesayangannya snowy, pernah mendarat di Kemayoran Airport untuk mengisi bahan bakar.

Selama di Jakarta, Tintin bertemu dengan teman lamanya bernama Piotr Skut dan terlibat petualangan luar biasa di wilayah yang dalam komik disebut Sondonesia. Tidak hanya itu, pesawat Tintin juga dibajak yang mengharuskan Tin-tin mendarat darurat di pulau terpencil bernama Kepulauan Sunda Kecil.

Landasan Kemayoran Airport mulai dibangun tahun 1934 oleh pemerintah kolonial Belanda, kemudian diresmikan sebagai bandara internasional pada 8 Juli 1940. Setelah menjadi bandara internasional, pengelolaan Kemayoran Airport diserahkan kepada Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappy (KNILM).

Dalam Ensiklopedi Jakarta karangan Yayasan untuk Indonesia tercatat, pesawat DC-3 milik KNILM merupakan pesawat pertama yang mendarat di Kemayoran Airport setelah take-off dari lapangan udara Tjililitan (sekarang bernama Halim Perdanakusuma).

Pada tanggal 31 Agustus 1940, Kemayoran Airport menjadi bandara pertama yang menggelar airshow pada ulang tahun Raja Belanda waktu itu. Selain pesawat milik KNILM, pesawat Buckmeister Bu-131 Jungmann, de Haviland DH-82 Tigermoth, Piper Cub, dan Walraven W-2 juga ikut memeriahkan suasana.

Bahkan ketika agresi Jepang, Kemayoran Airport tidak luput dari sasaran rudal tentara Nippon. Pada tanggal 9 Februari 1942, dua pesawat DC-5, dua Brewster dan sebuah F-VII menjadi tumbalnya. Sebagai langkah antisipasi, akhirnya KNILM mengungsikan beberapa pesawatnya ke negara aliansi, Australia.

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, Kemayoran Airport dipegang penuh oleh Jepang. Mitsubishi A6M2 atau Zero merupakan pesawat tempur pertama mendarat di sana. Namun ketika Jepang menyerah kepada sekutu, wajah Kemayoran Airport dipenuhi oleh ragam jenis pesawat dari Eropa dan Amerika. Seperti Supermarime Spitfire, DC-4/C-54, Skymaster, DC-6, Boeng 377 Stratocruiser, dan Lockheed Constelation.

Masa kemerdekaan, Kemayoran Airport berubah fungsi sebagai bandara penerbangan sipil. Apalagi setelah berdirinya Garuda Indonesia Airways, berbagai pesawat modern masa itu hadir di Kemayoran. Seperti Convair Metropolitan, de Haviland DH-114 Heron, DC-6B, dan Boeng 377 Stratocuiser untuk penerbangan jarak jauh, serta Convair seri 240, 340, dan 440 untuk penerbangan jarak pendek dan sedang.

Hingga pada tahun 1974, karena kesibukan Kemayoran Airport yang sudah tidak bisa dibendung lagi, akhirnya pemerintah terpaksa membuka Halim Perdanakusuma sebagai bandara Internasional. Sedangkan Kemayoran Airport hanya melayani penerbangan domestik.

Akhirnya pada tahun 1985, secara resmi Kemayoran Airport ditutup untuk segala jenis penerbangan. Sedangkan pelayanan penerbangan domestik maupun internasional dipindah ke Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Kini sisa landasan Kemayoran dijadikan jalan dengan nama Jalan Benyamin Sueb.

sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/cerita-komik-tintin-dan-bandara-kemayoran.html

Aug 14, 2015

Ahok Bertekad Bangun Kereta LRT Jakarta-Bekasi Tanpa Dana APBD

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan transportasi Light Rail Transit (LRT) atau kereta api rel listrik dengan gerbong pendek. Rute LRT yang direncanakan yaitu dari Jakarta-Bekasi. Namun rencana tersebut masih terkendala masalah anggaran pembangunan yang telah ditolakDPRD DKI.

Meski begitu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan akan tetap membangun proyek tersebut. Caranya adalah dengan melalui kerja sama dengan daerah mitra dan dana dari kewajiban 20 persen Koefisien Luas Bangun (KLB) para pengembang.

“Kita nggak pakai APBD, tapi pakai kelebihan KLB kepada pengembang,” ungkap Ahok di Balaikota DKI seperti dikutip Liputan6.com, Jumat (9/1/2015).

LRT merupakan bagian dari Mass Rapid Transit (MRT) yang direncanakan Pemprov DKI untuk mengangkut penumpang dalam jumlah banyak dengan cara cepat. LRT tersebut rencananya akan dibangun hingga Bekasi. Rutenya yakni dari pesisir utara, Kota Tangerang – Bandara Soekarno Hatta – Ancol – PRJ Kemayoran – Pulogadung – Bekasi.

Seluruh rencana pembangunan proyek LRT tersebut baru akan didiskusikan dengan daerah mitra yang akan dilintasi rute LRT.

“Transportasi massal sama, light trail kita sampai Bekasi. Tahun ini kita mau diskusikan. Titiknya di mana,” jelas Ahok.

source: http://kereta-api.info/ahok-bertekad-bangun-kereta-lrt-jakarta-bekasi-tanpa-dana-apbd-3702.htm

Aug 8, 2015

Sejarah Kemayoran








Setiap orang sebagai bagian dari anggota masyarakat tentu akan menetap di suatu wilayah. Ia bisa menetap di Jakarta maupun wilayah Indonesia lainnya. Namun seringkali kita bertanya soal asal usul nama wilayah di mana kita diam dan menetap itu. Padahal dipastikan munculnya suatu nama wilayah memiliki sejarah dan catatannya sendiri. Seperti halnya di Jakarta ini, termasuk Kemayoran. Barangkali nama Kemayoran sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jakarta khususnya dan di Indonesia umumnya


Kemayoran tempo dulu merupakan satu kampung besar demikian luas dan kabarnya sebagian dari tanahnya itu dikuasai oleh Isaac de Saint Martin, seorang serdadu berkebangsaan Perancis, yang lahir pada 1629. Pendek kata, oleh alasan tertentu Isaac yang berpangkat Mayor tatkala peperangan di Jawa Tengah dan Jawa Timur masa VOC dulu hengkang, dan akhirnya menetap di wilayah ini.


Pada masa dahulu ketika Kompeni Belanda masih berkuasa di Indonesia, di daerah kemayoran tinggallah seorang pemuda bernama Murtado. Ayahnya adalah bekas seorang lurah di daerah tersebut. Karena sudah tua, kedudukannya digantikan oleh orang lain. Murtado mempunyai sifat-sifat yang baik, tidak sombong, baik kepada anak kecil, hormat kepada orang tua dan senantiasa bersedia menolong orang-orang yang mendapat kesusahan. Di samping itu dia tekun menuntut ilmu agama, mempelajari bermacam-macam ilmu pengetahuan lainnya seperti ilmu bela diri dan sebagainya. Oleh karena sifat-sifatnya yang terpuji itu, maka Murtado disenangi oleh penduduk di kampung tersebut.



Banyak dari orang-orang yang tinggal di Kemayoran adalah orang-orang Indo (Belanda campuran dan Indonesia). Sebagian besar dari mereka tinggal di Jl. Garuda. Bahkan setelah Perang Dunia II, banyak tentara Belanda yang berasal menetap di Kemayoran. Sekitar tahun 1930-an, Kemayoran dikenal sebagai penyelesaian orang Indo, arrising julukan baru untuk Kemayoran, "Belanda Kemayoran" (kira-kira diterjemahkan sebagai Kemayoran Belanda). Setelah Indonesia merdeka, gelombang migran perkotaan tiba di Kemayoran Jakarta dan dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Kemayoran berubah menjadi pemukiman lebih ramai.




Bandar Udara pertama di Indonesia yang dibuka untuk penerbangan internasional. Landasan bandar udara ini dibangun pada tahun 1934 dan secara resmi dibuka pada tanggal 8 Juli 1940. Namun sebenarnya mulai tanggal 6 Juli 1940 tercatat bandar udara ini sudah mulai beroperasi dimulai dengan pesawat pertama yang mendarat jenis DC-3 Dakota milik perusahaan penerbangan Hindia Belanda, KNILM (Koningkelije Nederlands Indische Luchtvaart Maatschapij) yang diterbangkan dari lapangan udara Tjililitan (sekarang Halim Perdanakusuma). Tercatat pesawat ini beroperasi di Kemayoran sampai akhir beroperasi.

Bandar udara dengan kode KMO ini mulai berhenti beroperasi pada 1 Januari 1983 dan resmi berhenti beroperasi pada tanggal 1 Juni 1984. Sedangkan sejak tahun 1975, penerbangan internasional untuk sementara dialihkan ke Halim Perdanakusuma.

Sedangkan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dibuka secara resmi pada tanggal 1 Januari 1984 untuk menggantikan Kemayoran dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma yang kemudian digunakan sebagai pangkalan militer dan VVIP serta bandar udara sipil terbatas.

source http://www.kaskus.co.id/thread/54d1849b5a51632b518b456f/sejarah-tentang-kemayoran

Aug 6, 2015

Ledakan Properti di Kemayoran Terjadi Lima Tahun Lagi!

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, memang belum menjadi favorit para investor dan pebisnis properti untuk saat ini. Namun, kurang dari lima tahun lagi, Kemayoran bakal mengubah konstelasi bisnis dan industri properti Jakarta. 

Betapa tidak, meskipun belum dimanfaatkan seluruhnya, lahan-lahan di kawasan ini, khususnya dalam area Kota Bandar Baru Kemayoran, sudah dikuasai para pengembang kakap. Pengembang besar macam Agung Sedayu Group, Pikko Land Group, Central Cipta Murdaya Group, dan beberapa pengembang menengah seperti Hutama Karya Realtindo yang memiliki konsesi pengelolaan, punya rencana besar membangun properti komersial.

Bukan sekadar properti komersial, melainkan terintegrasi dengan sistem transportasi publik, pusat bisnis, dan pusat perdagangan skala internasional. Central Cipta Murdaya, contohnya. Mereka memiliki rencana membangun pusat bisnis baru seluas 44 hektar, bertajuk CBD Kemayoran. Di dalam CBD Kemayoran ini, nantinya akan dikembangkan kompleks perkantoran sekelas World Trade Center yang sudah mereka bangun di kawasan Sudirman, apartemen, hotel berklasifikasi bintang lima, fasilitas hiburan, dan rekreasi.

Tak main-main, kebutuhan dana untuk mewujudkan "Marina Bay Sands" versi Indonesia itu senilai Rp 80 triliun. Besarnya kebutuhan dana ini, memaksa Central Cipta Murdaya menjalin aliansi strategis dengan berbagai lembaga investasi asing, di antaranya Hongkong Land. Saat ini, properti yang sudah mereka operasikan, adalah Jakarta International Expo.

Sementara Agung Sedayu Group mengembangkan kompleks apartmen dengan nilai jual panorama lapangan golf Kemayoran. Proyek mereka dinamakan The Mansion @ Dukuh Golf Kemayoran. Menyusul kemudian adalah Hutama Karya Realtindo yang meneruskan konsesi pengelolaan Rajawali Apartment.

Hutama Karya Realtindo mengakuisisi menara kembar Chrysant, dan akan membangun menara kembar kedua sebanyak total 3.000 unit tahun ini. Menurut Direktur Utama PT Hutama Karya Realtindo, Putut Ariwibowo, apartemen yang dimulai pembangunannya kuartal I 2014 tersebut dirancang untuk memenuhi segmen pasar menengah.

"Kami akan mematok harga Rp 15 juta per meter persegi," ujar Putut.

Sedangkan PT Pikko Land Development Tbk., berharap dapat memulai kontribusinya menjadikan Kemayoran sebagai destinasi investasi favorit baru, tahun ini juga. Corporate Public Relation PT Pikko Land Development Tbk., Paulus Hasto, memastikan hal tersebut.

"Di lapangan (lokasi pengembangan, red), kami sudah memasang pagar baru dengan citra desain proyek kami," ujar Paulus kepadaKompas.com, Sabtu (29/3/2014).

Dalam catatan Kompas.com, megaproyek yang bakal mereka bangun adalah Grand Kemayoran. Meski masih nama sementara, namun proyek ini merupakan superblok yang membutuhkan investasi besar dan pengembangan jangka panjang. Pasalnya, lahan Grand Kemayoran lumayan luas, yakni 26 hektar. Di dalamnya, terdapat beberapa blok peruntukan residensial vertikal, blok perkantoran dan blok pusat belanja serta blok hotel dengan klasifikasi bintang 4 dan lima.

Grand Kemayoran menempati Blok C7, C9, B2, B3, B7, dan B8. Tahap pertama yang akan dibangun adalah properti multifungsi berupa apartemen, hotel, pusat belanja, dan rumah sakit. Rencananya, PT Pikko Land Development Tbk., akan berkolaborasi dengan PT Lippo Karawaci Tbk.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, upaya para pengembang tersebut merintis pembangunan properti di Kemayoran tak akan sia-sia. Ia memperkirakan kawasan ini akan mengalami ledakan dalam tiga sampai lima tahun ke depan, saat proyek-proyek tersebut dikerjakan dan beberapa sudah beroperasi.

"Dalam kurun tiga sampai lima tahun ke depan, Kemayoran akan sangat menjanjikan," imbuh Hendra.

Bukan tanpa alasan, menurut Hendra, Kota Baru Bandar Kemayoran memiliki potensi luar biasa karena berada di lokasi yang sangat strategis di tengah kota Jakarta, memiliki akses langsung ke Bandar Udara National Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok, serta memiliki aksesibilitas jalan tol Inner Ring Road dan Outer Ring Road.

Berbagai sarana dan prasarana juga telah dibangun, yakni utilitas berupa daya listrik, air bersih/minum, jaringan telepon dan sistem komunikasi sebanyak 20.000 satuan sambungan telepon, dan jaringan serat optik.

Source : http://properti.kompas.com/read/2014/03/29/1448004/Ledakan.Properti.di.Kemayoran.Terjadi.Lima.Tahun.Lagi.

Jul 15, 2015

Menunggu Janji MRT dan LRT di Jabodetabek Terwujud

Wajah transportasi Jakarta akan berubah menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang. Transportasi massal cepat (MRT) jurusan Lebak Bulus-Bundaran HI diharapkan sudah terwujud. Light rail transit rute Cibubur-Cawang-Grogol yang dibangun konsorsium BUMN juga ditargetkan rampung pada 2018.


Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mendukung rencana pembangunan kereta api ringan (LRT) di Jakarta. Dari tujuh rute yang direncanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dua rute diprioritaskan dan ditargetkan rampung sebelum Asian Games 2018. Dua rute LRT itu adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta.

Kabar ini menggembirakan dan membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi massal berbasis rel menjadi perhatian serius pemerintahan Jokowi. Presiden meminta agar pembangunan MRT dan LRT dilanjutkan ke rute Cikarang-Balaraja (timur-barat) sehingga wilayah Jabodetabek saling terhubung dengan moda transportasi massal secara mudah dan cepat.

Publik tentu berharap pembangunan MRT dan LRT di Jakarta betul-betul terwujud nyata karena publik sudah bosan dengan wacana dan janji yang disampaikan para pemimpin negeri ini.

Pembangunan infrastruktur MRT dan LRT memang sudah menjadi kebutuhan kota Jakarta. Pembangunan moda transportasi massal sebenarnya sudah direncanakan sejak lebih dari seperempat abad silam, sejak pemerintahan Presiden Soeharto.

Pada periode reformasi terjadi transisi kepemimpinan dari Presiden BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, hingga Megawati Soekarnoputri. Pada masa itu, publik bisa memaklumi jika pembangunan infrastruktur masih terabaikan. Mungkin saat itu para pemimpin masih dalam suasana euforia politik.

Namun, setelah itu? Harapan terbesar sebenarnya ada pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memimpin negeri ini selama dua periode. Akan tetapi, nyatanya selama 10 tahun kepemimpinan SBY pun tak ada perubahan berarti dalam pembangunan infrastruktur transportasi di ibu kota negara. Sementara pada saat bersamaan, industri otomotif terus berkembang pesat seiring pertumbuhan kelas menengah yang juga pesat.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menyebutkan, pada 2010, jumlah produksi mobil tercatat 702.508 unit, sedangkan pada 2013 menjadi 1.208.211 unit.

Adapun data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menyebutkan, jumlah sepeda motor mencapai 8 juta unit. Data Kepolisian Daerah Metro Jaya menunjukkan, jumlah kendaraan bermotor di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok sampai 2013 tercatat 16,1 juta unit. Dari jumlah itu, 12 juta unit merupakan kendaraan roda dua dan 4,1 juta unit kendaraan roda empat.


Karena itu, tidak mengherankan jika hampir setiap hari kemacetan di Jakarta semakin menggila. Pertambahan jumlah mobil dan sepeda motor seperti deret ukur, rata-rata 11,2 persen per tahun. Sementara pertumbuhan jalan di Jakarta seperti deret hitung, rata-rata hanya 0,01 persen per tahun.

Padahal, dengan jumlah penduduk sekitar 12 juta jiwa, Jakarta membutuhkan jalan sepanjang 12.000 kilometer (km). Panjang jalan yang tersedia hanya 60 persen atau 7.208 km. Berapa banyak kerugian akibat kemacetan lalu lintas yang semakin menjadi-jadi? Berapa banyak bahan bakar minyak yang dibuang sia-sia akibat kemacetan yang semakin menggila?

Betapa pemerintahan kita dari waktu ke waktu tidak peduli pada pembangunan infrastruktur transportasi di Ibu Kota dan wilayah penyangganya. Wacana demi wacana dilontarkan, tetapi lebih dari 25 tahun tak ada wujudnya. Ini sungguh mengherankan. Apa yang salah pada pemimpin negeri ini sampai-sampai tak mampu merealisasikan rencana pembangunan?


Harapan terhadap Jokowi

Publik kini memiliki harapan besar terhadap Presiden Joko Widodo yang sudah mencanangkan prioritas pembangunan infrastruktur transportasi massal di Jakarta dan sekitarnya.

Ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta, Jokowi langsung mencanangkan pembangunan MRT rute Lebak Bulus-Kota yang sudah tertunda-tunda lebih dari 25 tahun. Setelah terpilih sebagai Presiden RI, Jokowi menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan MRT tepat waktu.

Semua hambatan diselesaikan satu per satu. Mulai 14 April ini, stasiun layang (elevated) dan depo MRT di Lebak Bulus akan dibangun. Sejak Maret dilakukan pembuatan fondasi bored pile jalur layang MRT di Jalan Fatmawati, Jalan Panglima Polim, dan Blok M di Jakarta Selatan.

Proyek MRT Lebak Bulus-Kota ini dibangun dua tahap. Saat ini sedang diselesaikan tahap pertama dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI sepanjang 15,7 km. Jalur yang memiliki tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah ini ditargetkan beroperasi pada 2018, menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018, ketika Jakarta menjadi tuan rumahnya.



Proyek MRT tahap kedua akan dilanjutkan dari Bundaran HI menuju Kampung Bandan sepanjang 8,1 km dan ditargetkan beroperasi pada 2020. Dalam rencana jangka panjang, proyek MRT jalur timur-barat yang menghubungkan Cikarang-Balaraja masih dalam tahap studi kelayakan dan ditargetkan beroperasi pada 2024-2027.

Rencana MRT Jakarta ini dipublikasikan secara rinci dan luas melalui situs web sehingga masyarakat dapat memantaunya setiap saat. Masyarakat pengguna jalan di Jakarta tampaknya mulai memahami kondisi ini. Biarlah "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian".

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak berdiam diri. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berinisiatif membangun tujuh rute LRT di seputar Jakarta.

Dua rute diprioritaskan dibangun segera dan diselesaikan menjelang Asian Games 2018, yaitu rute Kebayoran Lama-Kelapa Gading sepanjang 21,6 km dan rute Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 18,5 km. Dua proyek LRT ini bernilai Rp 25 triliun.

Lima rute LRT Jakarta lain adalah Tanah Abang-Pulomas (17,6 km), Joglo-Tanah Abang (11 km), Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km), Pesing-Kelapa Gading (20,7 km), dan Cempaka Putih-Ancol (10 km).

Basuki menjamin pembangunan LRT di Jakarta tidak akan terbengkalai karena dibangun pemerintah. Nilai investasi LRT sekitar 250 miliar per km. Ini berbeda dengan rencana pembangunan monorel Jakarta yang tak jelas hitung-hitungan dan modalnya.

Kabar dari Presiden Jokowi dan Gubernur Basuki ini menggembirakan warga Jakarta dan Bodetabek. Setidaknya ada harapan kemacetan lalu lintas di Jabodetabek akan terkurangi minimal 30 persen.

Hal lain yang terpenting, setelah MRT dan LRT terwujud, pengguna jalan memiliki banyak alternatif untuk bepergian. Warga di beberapa wilayah Bodetabek sudah menikmati perjalanan kereta rel listrik commuter line yang saat ini pelayanannya makin membaik dengan stasiun-stasiun yang terus dipercantik. Tiga tahun dari sekarang, warga Jabodetabek juga akan menikmati perjalanan MRT dan LRT.

Jika semua rencana ini terwujud, kepercayaan publik terhadap Jokowi dan Basuki akan menguat. Mereka pemimpin negeri yang mampu mewujudkan Jakarta, ibu kota negara ini, sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia yang sudah lebih dulu memiliki transportasi massal yang nyaman dan aman. Publik menunggu realisasi janji ini.

Source :http://print.kompas.com/baca/2015/04/14/Menunggu-Janji-MRT-dan-LRT-di-Jabodetabek-Terwujud

Jul 3, 2015

Wawancara Mayjen TNI (Pur) Tabrie Dirut PPK Kemayoran

Kemayoran adalah sebuah kawasan yang pernah menjadi pintu gerbang Indonesia. Itu ketika perannya sebagai lapangan terbang belum digantikan oleh Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Karena itu tugas mengelola kawasan Kemayoran adalah tugas luhur untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa di mata dunia.

“Dipercaya oleh sekretriat negara untuk mengelola kawasan Kemayoran adalah amanah dan tanggung jawab mulia, karena itu saya akan mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dengan menjadikan kawasan ini menjadi hijau, teduh, megah, modern, mandiri, terpadu, aman dan nyaman dalam berbagai kegiatan,”kata Mayjen (Pur) Tabrie kepada Jakarta Review di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.

Mantan Dirut PT. ASABRI (Persero) inipun bertekad menjadikan kawasan niaga terpadu bertaraf Internasional atau yang lebih dikenal dengan Green International Business District (GIBD). Namun demikian, upaya untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Masalah yang ada di kawasan Kemayoran ini banyak dan beragam. Karena itu perlu kerja keras dan tuntas untuk mengatasinya.”Masalah terberat adalah lebih kepada persoalan internal PPKK sendiri, semua orang kelihatannya bergerak sendiri-sendiri. Karena itu, yang pertama saya lakukan adalah membangun soliditas, semangat dan kinerja. Tanpa itu semua, asa untuk mewujudkan Kemayoran menjadi kawasan GIBD sulit untuk diwujudkan,” ujar lelaki keharian Jombang, 6 Maret 1948 ini. Berikut petikannya dari wawancara Jakrev.com 9 April 2015 lalu:
Wawancara Mayjen TNI (Pur) Tabrie Dirut PPK Kemayoran